Langsung ke konten utama

NIKMAT KESEHATAN

Nikmat kesehatan


الحمد لله العزيز الوهاب، ذي الإحسان والكرم، مجزل العطاء والنعم، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبد الله ورسوله، وصفيه من خلقه وخليله، فاللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ونبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وعلى من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد: فأوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، قال سبحانه وتعالى:( وكلوا مما رزقكم الله حلالا طيبا واتقوا الله الذي أنتم به مؤمنون).

Kaum Muslimin : nikmat dan keutamaan yang diberikan Allah kepada kita melimpah ruah, Allah Swt berfirman :

وأسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة

“Dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin” (Luqman 31 : 20). Bila manusia mau menghitungnya maka tidak akan mampu menghitungnya, Allah Swt berfirman :

وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها إن الله لغفور رحيم

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (An Nahl 16 : 18). Dan sesungguhnya nikmat yang paling agung dan paling besar adalah nikmat kesehatan, ia merupakan pemberian Allah yang sangat mulia dan menjaganya merupakan salah satu tujuan mulia syariat ini, dan termasuk wasiat nabi yang sangat penting, Rasulullah Saw bersabda :

سلوا الله العفو والعافية، فإن أحدا لم يعط بعد اليقين خيرا من العافية

“Mintalah ampunan dan kesehatanpada Allah, sesungguhnya seseorang tidak diberikan pemberian setelah keyakinan yang lebih baik dari kesehatan” (At Tirmidzi 3558 dan Ibnu Majah 3849). Oleh karena kebaikan manusia tidak sempurna kecuali dengan keyakinan dan kesehatan. Keyakinan dapat melindungi seorang mukmin dari hal yang dapat membahayakan agamanya, sedangkan kesehatan dapat melindunginya dari hal yang dapat membahayakan hati dan badannya dari segala bentuk penyakit. Rasulullah Saw memperbanyak doa permohonan kesehatan kepada Tuhannya seperti dicontohkan dalam doanya :

اللهم عافني في بدني، اللهم عافني في سمعي، اللهم عافني في بصري، لا إله إلا أنت

“Ya Allah berilahkesehatan pada badanku, ya Allah berilah kesehatan pada pendengaranku, ya Allah berilahkesehatan pada penglihatanku, tidakadaTuhanselainEngkau” Diulangtiga kali pagidan sore” (Abu Daud 5090). Rasulullah Saw bersabda :

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ

“Dua nikmat banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang” (Bukhari 6412)

Bagaimana tidak, karena dengan kesehatan, manusia dapat hidup bahagia, dapat hidup mulia, dengan kesehatannya ia dapat melakukan ketaatan kepadaTuhannya, melakukan hal yang bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan negaranya, sehingga kebaikan itu datang dari segala sisinya, dan sesungguhnya peradaban hanya dapat didirikan oleh tangan-tangan kreatif para pemuda yang sehat lagi kuat.

Hamba Allah : Islam memberikan perhatian besar terhadap kesehatan, lalu diletakkan kaedah-kaedah agar ia tetap terjaga, maka dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesucian, karena didalamnya terdapat keselamatan, Allah Swt berfirman :

إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (Al Baqarah 2 : 222). Rasulullah Saw bersabda :

الطهور شطر الإيمان

“Kebersihan sebagian dari keimanan” (Muslim 223). Penegasannya dalam bentuk kebersihan pakaian, Allah Swt berfirman :

وثيابك فطهر

“Dan pakaianmu bersihkanlah” (Al Mudassir 74 : 4). Nabi Saw memerintahkan untuk membersihkan rumah, dalam sabdanya :

طهروا أفنيتكم

“Bersihkanlah pekarangan kalian”(At Thabrani dalam kitab Al Awsath 4057). Karena semua itu merupakan tindakan preventif yang dapat melindunginya dari penyakit, sebagaimana Rasulullah Saw menganjurkan untuk memperhatikan kebersihan kedua tangan dengan mencucinya setelah makan dan sebelum tidur, disebutkan dalam sabdanya :

من نام وفي يده غمر ولم يغسله فأصابه شيء فلا يلومن إلا نفسه

“Barang siapa yang tidur dan tangannya masih bau kambing dan belum mencucinya, lalu terjadi sesuatu, maka jangan menyalahkan kecuali dirinya”(Abu Daud 3852, At Tirmidzi 1860 dan Ibnu Majah3297). Karena sisa dan bau makanan yang melekat ditangan akan mengundang serangga yang dapat membahayakan manusia.

Islam mengajarkan kita beberapa tindakan preventif agar terhindar dari penyakit, seperti anjuran Nabi Saw untuk menutup tempat makanan dan minuman agar tidak tercemar, Rasulullah Saw bersabda :

غطوا الإناء، وأوكوا السقاء، وأغلقوا الباب

“Tutuplah bejana-bejana, ikatlah tempat-tempat air dan kuncilah pintu-pintu kalian”(Muslim 2012). Karena perabotan yang tidak tertutup dapat kemasukan debu dan kuman

Para jamaah shalat : diantara media untuk menjaga kesehatan adalah memberikan hak pada jiwa dan menjauhkannya dari tindakan yang berlebihan, Rasulullah Saw melarang pelanggaran terhadap jiwa, dar iAnas RA berkata :

دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم المسجد وحبل ممدود بين ساريتين، فقال:« ما هذا؟». قالوا: لزينب تصلي، فإذا كسلت أو فترت أمسكت به، فقال:« حلوه، ليصل أحدكم نشاطه -أي: مدة نشاطه وقوته- فإذا كسل أو فتر فليقعد

“Suatu ketika, Rasulullah Saw masuk masjid. Lalu beliau melihat seutas tali yang terbentang di antara dua tiang, maka beliau pun bertanya: Tali apa ini? ‘ Mereka menjawab: tali yang dibentangkan oleh Zainab dan digunakannya shalat. Bila ia malas atau letih, maka dia akan berpegangan dengan tali itu. Nabi Saw bersabda: Lepaskanlah tali itu, hendaklah salah seorang dari kalian shalat ketika kondisi semangat, jika ia malas atau letih, hendaklah ia duduk” (Muttafaq ‘alaih)

Al Quran mengisyaratkan dalam beberapa ayat yang menegaskan untuk memilih makanan dan minuman yang baik, Allah Swt berfirman :

يسألونك ماذا أحل لهم قل أحل لكم الطيبات

“Mereka menanyakan kepadamu : Apakah yang dihalalkan bagi mereka ? Katakanlah : dihalalkan bagimu yang baik-baik” (Al Maidah 5 : 4). Juga terdapat petunjuk hidup sehat, seperti makan dan minum yang berimbang dan tidak berlebihan, Allah Swt berfirman :

وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين

“Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Al A’raf 7 : 31). Nabi Saw bersabda :

بحسب ابن آدم أكلات يقمن صلبه، فإن كان لا محالة فثلث لطعامه، وثلث لشرابه، وثلث لنفسه

“Cukuplah bagiAnak Adam memakan beberapa suap sekedar untuk menegakkan tulang punggungnya, maka jika tidak mau, maka ia dapat mengisi perutnya dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas”(At Tirmidzi 2380 dan Ibnu Majah 3349).

Diantara yang diperintahkan Islam adalah berobat untuk mengusir penyakit, Nabi Saw bersabda :

تداووا عباد الله، فإن الله عز وجل لم يضع داء إلا وضع له دواء

“Berobatlah kalian wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali diturunkan obat bersamanya” (Abu Daud 3855, At Tirmidzi 2038 dan Ibnu Majah 3436). Rasulullah Saw memerintahkan untuk menghindar dari penyebab penularan penyakit, Rasulullah Saw bersabda :

إذا سمعتم بالطاعون بأرض فلا تدخلوها، وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تخرجوا منها

“Bila kalian mendengar wabah penyakit di suatu daerah, maka janganlah kalian memasukinya, dan bila wabah itu terjadi di daerah tempat tinggal kalian, maka janganlah kalian keluar darinya” (Muttafaq ‘alaih). Dan sabdanya :

لا يوردن ممرض على مصح

“Jangan didatangkan hewan yang sakit ke hewan yang sehat” (Muttafaq ‘alaih)

Hamba Allah : sesungguhnya banyak sebab untuk menjaga kesehatan, diantaranya dan bahkan yang paling utama adalah menjaga ketentraman negara, menjauh dari segala fitnah dan pertikaian, karena dengan ketentraman manusia dapat menjaga kesehatan badannya dan terselamatkan dari keburukan dan kemudaratan, dan dengan hilangnya ketentraman, maka raga menjadi lemah karena peperangan dan penyakit, kelaparan dan wabah menimpa yang banyak memakan korban jiwa. Abdullah bin Mas’ud membaca Firman Allah :

ثم لتسألن يومئذ عن النعيم

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” (At Takatsur 102 : 8). Yang dimaksud dengan kenikmatan disini adalah keamanan dan kesehatan.

Ya Allah berilah kami kesehatan badan, kenikmatan pada negara ini, berilah pertolongan kepada kami untuk mensyukuri semua nikmat yang telah kami terima, dan berilah kami taufiq untuk selalu mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صلى الله عليه وسلم

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Ke 2

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدا عبد الله ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله الطيبين الطاهرين وعلى أصحابه أجمعين، وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dg sebenar-benarnya takwa, dan merasalah diawasi oleh-Nya dalam kesunyian dan keramaian dan ketahuilah bahwa kesehatan merupakan amanah yang akan dipertanggung jawabkan pada hari kiamat, Nabi Saw bersabda :

لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن عمره فيم أفناه، وعن علمه فيم فعل، وعن ماله من أين اكتسبه وفيم أنفقه، وعن جسمه فيم أبلاه

“Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia belanjakan dan tentang jasadnya untuk apa dia hancurkan (gunakan)” (At Tirmidzi 2417)

Beruntunglah orang menjaga amanah tersebut, mengikuti jalan keselamatan dan menggunakan kesehatannya dalam setiap kemanfaatan, Rasulullah Saw menasehati seseorang dalam sabdanya :

اغتنم خمسا قبل خمس

“Jaga lima sebelum datangnya lima”, disebutkan

وصحتك قبل سقمك

“Dan sehatmu sebelum datang sakitmu”(Al Hakim 7846). Dan Abdullah bin Umar RA berkata : pergunakanlah sehatmu untuk sakitmu (Bukhari 6416)

Betapa indahnya seseorang yang mampu menjaga kesehatannya dan menggunakannya untuk berbuat kebaikan seperti bersedekah, menganjurkan kebaikan kepada dirinya, keluarganya, masyarakatnya, negaranya dan pemimpinnya, karena semua itu merupakan sebaik-baiknya amalan dan seagung-agunya qurbah, disebutkan bahwa ada seseorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya : Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya ? Beliau menjawab :

أن تتصدق وأنت صحيح شحيح، تخشى الفقر، وتأمل الغنى

“Bersedekah saat kamu masih sehat, bakhil (suka harta), takut miskin, dan masih berkeinginan untuk kaya” (Muttafaq ‘alaih)

هذا وصلوا وسلموا على من أمرتم بالصلاة والسلام عليه، قال تعالى:( إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما). وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:« من صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا». وقال صلى الله عليه وسلم:« لا يرد القضاء إلا الدعاء».

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ونبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين: أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وعن سائر الصحابة الأكرمين، وعن أزواجه أمهات المؤمنين، وعن التابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

اللهم عافنا في أبداننا وأسماعنا وأبصارنا، وارزقنا العافية والمعافاة في الدنيا والآخرة يا أكرم الأكرمين.

اللهم لا تدع لنا ذنبا إلا غفرته، ولا هما إلا فرجته، ولا دينا إلا قضيته، ولا مريضا إلا شفيته، ولا ميتا إلا رحمته، ولا حاجة إلا قضيتها ويسرتها يا رب العالمين، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.

اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول أو عمل، ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول أو عمل، اللهم إنا نسألك الجنة لنا ولوالدينا، ولمن له حق علينا، وللمسلمين أجمعين.

اللهم وفق ولي أمرنا رئيس الدولة، الشيخ خليفة بن زايد، وأدم عليه موفور الصحة والعافية، واجعله يا ربنا في حفظك وعنايتك، ووفق اللهم نائبه وولي عهده الأمين لما تحبه وترضاه، وأيد إخوانه حكام الإمارات.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات، اللهم ارحم الشيخ زايد، والشيخ مكتوم، وشيوخ الإمارات الذين انتقلوا إلى رحمتك، وأدخل اللهم في عفوك وغفرانك ورحمتك آباءنا وأمهاتنا وجميع أرحامنا ومن له حق علينا.

اللهم إنا نسألك المغفرة والثواب لمن بنى هذا المسجد ولوالديه، ولكل من عمل فيه صالحا وإحسانا، واغفر اللهم لكل من بنى لك مسجدا يذكر فيه اسمك. اللهم اجعل جمعنا هذا جمعا مرحوما، واجعل تفرقنا من بعده تفرقا معصوما، ولا تدع فينا ولا معنا شقيا ولا محروما. اللهم احفظ دولة الإمارات من الفتن ما ظهر منها وما بطن، وأدم عليها الأمن والأمان يا رب العالمين. عباد الله:( إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون) اذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم ( وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JADWAL NGAJI AL-QUR'AN

Jumat 29 April 2022   Ambu Sera (tanjung sari) 28. QS. Al-Qasas Kisah-Kisah 88 ayat Al-Qasas Ayat : 58 7 alasan mengapa umat muslim harus Membayar zakat  Dewan Sura (Andir) Teh Nene (Cianjur) Oma Fauzan (Lembang). Teh Tita. (patiukur) Umi Itoh (Cijerah) Bunda Iin. (celekong). Aki Ahong (Cibereum) Teh Wina (Dago) Neng opes. (Cihanjuang) Teh intan (Caringin) Elsya (Majalaya) Umi Mutia (Cipara Oma Azam (Cijerah) Mamah Fera (Ciparay).  Ambu Sera (tanjung sari) KALKULATOR ZAKAT MAL Lia NCS Baraya kultum  DO'A KHATAM AL-QURAN MATERI KHUTBAH HOME Al-Qur'an Digital 30 Juz ANGGOTA BARAYA KULTUM 141.380 MHZ ANGGOTA PAGUYUBAN KULTUM

Akibat Memutuskan Hubungan Tali Silaturahmi.

Saat menjalankan ibadah kita, dianjuran yang selalu kita dengar sejak kecil, salah satunya ialah menjaga hubungan tali  silaturahmi .  Hubungan tali silaturahmi yang dimaksud ialah hubungan dengan keluarga, tetangga, dan kerabat. Jangankan sebagai makhluk beragama, sebagai manusia biasa saja, kita sebaiknya tidak memutuskan hubungan tali silaturahmi dengan sesama. Hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan bantuan orang lain. Apabila kamu berani memutuskan hubungan tali  silaturahmi  dengan sesama maka sebenarnya kamu termasuk dalam golongan orang yang angkuh dan sombong.  Islam mengajarkan kedamaian dan kebersamaan, menyambung tali silaturahmi pasti lebih baik dari pada memutuskannya.  Allah SWT berfirman mengenai hubungan silaturahmi: Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang

BAB SHOLAT WITIR

WAKTU DAN TATA CARA SHALAT WITIR Oleh : Ustadz Yachya Yusliha 1. Waktu Shalat Witir Para ulama sepakat, bahwa waktu shalat Witir tidaklah masuk kecuali setelah ‘Isya’ dan waktunya tetap berlangsung hingga Shubuh.[1] Dari Abu Bashra Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَـلاَةً، فَصَلُّوْهَا بَيْنَ الْعِـشَاءِ وَالْفَجْرِ. “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.” [2] Imam Ahmad meriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir pada awal malam, pertengahan dan akhir malam.”[3] Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Setiap malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir, sejak awal malam, pertengahan dan akhir malam, dan shalat Witirnya ini berakhir hingga waktu sahur.”[4] Dan hadits-hadits lainnya d