Langsung ke konten utama

CONTOH PEMANGGILAN STASIUN

Contoh pemanggilan NCS


–Apakah Frekuensi ini sedang dipergunakan?
-Perhatian, silahkan untuk bergeser atau stanby jika Anda masih menggunakan frekuensi 141.138 MHz.

karena sebentar lagi akan kami gunakan untuk kegiatan Kultum .

-Please stanby.. please stanby.. please stanby..
-Selamat pagi . rekan-rekan anggota Baraya Kultum di Bandung dan sekitarnya..



-Disini saya NCS No Anggota....

 dengan operator .... 


-Memanggil rekan-rekan ... Sahabat  kultum.

 wilayah Bandung dan sekitarnya untuk serobit pada frekuensi 141.138 MHz
-Sebelum kegiatan Kultum.

 
-Pertama-tama kami berikan kesempatan kepada anggota kultum yang akan menyampaikan berita darurat, emergency atau urgent traffix dipersilakan..


(jika tidak ada dilanjutkan panggilan kedua, jika ada diterima dan dipanggil)


-Kesempatan pertama tidak dipergunakan kami berikan kesempatan kedua kepada ketua atau Pengurus Kultum. untuk menyampaikan berita atau pengumuman dipersilahkan, disini Net Control Stanby…


-Pada spasi yang cukup tidak dipergunakan kesempatan berikutnya pemanggilan umum, dipersilakan untuk memanggil atau yang berkenan ceck in disini No ... Net control stanby…


(Jika ada yang memanggil segera dicatat dan dengan spasi yang cukup segera dipanggil balik, mungkin ada beberapa stasiun yang memanggil silahkan dipanggil secara bergantian).

*Setelah sampai puncak kegiatan net berakhir sesuai jadwal dapat kita tutup dengan contoh kalimat seperti dibawah ini;

-Kami ucapkan terimakasih untuk rekan-rekan yang telah berpartisipasi ceck in dan mohon maaf bila ada stasiun yang ceck in namun belum tercatat dan terpanggil, kami berharap partisipasinya pada kegitan Net berikutnya.


-Tepat pada Pukul 05:30 kegiatan Kultum Net kami tutup dengan negatif berita atau pengumuman.


-dan peserta yang ter logsheet sejumlah ... orang diawali oleh ... dan diakhiri ...


-Sekali lagi mohon maaf jika ada salah dalam membawakan tugas, saya ... mengucapkan terimakasih...
-Sampai jumpa … . Bye .. bye .. Assalamualaikum..

Itulah contoh NET, Anda dapat mengembangkan atau mengolah kalimat sendiri yang lebih baik.
Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JADWAL NGAJI AL-QUR'AN

Jumat 29 April 2022   Ambu Sera (tanjung sari) 28. QS. Al-Qasas Kisah-Kisah 88 ayat Al-Qasas Ayat : 58 7 alasan mengapa umat muslim harus Membayar zakat  Dewan Sura (Andir) Teh Nene (Cianjur) Oma Fauzan (Lembang). Teh Tita. (patiukur) Umi Itoh (Cijerah) Bunda Iin. (celekong). Aki Ahong (Cibereum) Teh Wina (Dago) Neng opes. (Cihanjuang) Teh intan (Caringin) Elsya (Majalaya) Umi Mutia (Cipara Oma Azam (Cijerah) Mamah Fera (Ciparay).  Ambu Sera (tanjung sari) KALKULATOR ZAKAT MAL Lia NCS Baraya kultum  DO'A KHATAM AL-QURAN MATERI KHUTBAH HOME Al-Qur'an Digital 30 Juz ANGGOTA BARAYA KULTUM 141.380 MHZ ANGGOTA PAGUYUBAN KULTUM

Akibat Memutuskan Hubungan Tali Silaturahmi.

Saat menjalankan ibadah kita, dianjuran yang selalu kita dengar sejak kecil, salah satunya ialah menjaga hubungan tali  silaturahmi .  Hubungan tali silaturahmi yang dimaksud ialah hubungan dengan keluarga, tetangga, dan kerabat. Jangankan sebagai makhluk beragama, sebagai manusia biasa saja, kita sebaiknya tidak memutuskan hubungan tali silaturahmi dengan sesama. Hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan bantuan orang lain. Apabila kamu berani memutuskan hubungan tali  silaturahmi  dengan sesama maka sebenarnya kamu termasuk dalam golongan orang yang angkuh dan sombong.  Islam mengajarkan kedamaian dan kebersamaan, menyambung tali silaturahmi pasti lebih baik dari pada memutuskannya.  Allah SWT berfirman mengenai hubungan silaturahmi: Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang

BAB SHOLAT WITIR

WAKTU DAN TATA CARA SHALAT WITIR Oleh : Ustadz Yachya Yusliha 1. Waktu Shalat Witir Para ulama sepakat, bahwa waktu shalat Witir tidaklah masuk kecuali setelah ‘Isya’ dan waktunya tetap berlangsung hingga Shubuh.[1] Dari Abu Bashra Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَـلاَةً، فَصَلُّوْهَا بَيْنَ الْعِـشَاءِ وَالْفَجْرِ. “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.” [2] Imam Ahmad meriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir pada awal malam, pertengahan dan akhir malam.”[3] Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Setiap malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir, sejak awal malam, pertengahan dan akhir malam, dan shalat Witirnya ini berakhir hingga waktu sahur.”[4] Dan hadits-hadits lainnya d